Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Pelajar SMA Di Yogyakarta Rayakan Kelulusan Dengan Membagikan Nasi Bungkus

Diposting oleh On 08.06.00 with No comments

Foto : Istimewa

Lenterajogja.com, Yogya - Kelulusan merupakan sebuah puncak dari perjuangan seorang pelajar, setelah 3 tahun lamanya belajar dibangku SMA. Ratusan pelajar SMA di Yogyakarta membagikan nasi bungkus dan susu kedelai kepada tukang parkir, tukang becak dan pedagang kaki lima, Selasa (2/5/2017). 

Sebanyak 2.000 nasi bungkus dan 3.000 susu kedelai yang berasal dari patungan para pelajar untuk dibagikan ke 11 titik yang ada di Kota Yogyakarta.

Menurut keterangan Yusuf Iqbal, pelajar kelas 3 SMA 2 Yogyakarta yang menjadi koordinator pembagian nasi bungkus dan susu kedelai menjelaskan, bahwa pembagian itu merupakan rasa syukur atas pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA di Yogyakarta yang diumumkan serentak pada Selasa (2/5/2017) pukul 10.00 WIB. 

Sebagai rasa syukur, bersama pelajar SMA lainnya yang tergabung dalam Student Care and Share, kami membagikan nasi dan susu kedelai. Untuk di Tugu Yogyakarta, kami membagikan 250 nasi bungkus dan 500 bungkus susu kedelai," ujar Yusuf

Foto : Istimewa

Yusuf menerangkan bahwa uang yang digunakan untuk membeli nasi bungkus dan susu kedelai merupakan urunan pelajar kelas 3 SMA di Yogyakarta. Persekolah, lanjut Yusuf, memberikan donasi dan dikumpulkan jadi satu lalu dibelanjakan menjadi nasi bungkus dan susu kedelai.

Tak mau kalah, pelajar kelas 3 asal SMA 3 Yogyakarta, Assyafa'ul Basith menyampaikan bahwa khusus untuk SMA 3 Yogyakarta, ada 200 kotak nasi yang dibagikan. Penyebarannya dibagi di 11 titik meliputi Alun Alun Utara, Tugu Pal Putih, Pingit, Stasiun Tugu, Malioboro, Jokteng Kulon, Abu Bakar Ali, Dongkelan, Ngaben, Ngasem, dan Lempuyangan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut memang sudah tradisi sejak dahulu. Daripada buat konvoi dan corat-coret seragam, mereka memilih untuk merayakan kelulusan dengan berbagi kepada sesama. Mereka ingin berbagi kebahagiaan dengan warga lain yang tidak mampu.

Kegiatan seperti inilah mungkin patut dicontoh oleh seluruh pelajar, terutama yang ingin merayakan kelulusannya. Daripada hanya meluapkannya terhadap aksi konvoi dan corat-coret lebih baik disalurkan untuk kegiatan yang bermanfaat buat orang lain.

(ISD)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »