Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Keris Kanjeng Kyai Pamor, Terbuat Dari Meteor Yang Mempunyai Nilai Magis Tinggi

Diposting oleh On 21.03.00 with No comments



Lenterajogja.com, Yogya -  Dalam dunia peperangan, ada 7 benda pusaka legendaris yang terbuat dari bahan meteor, yang biasa disebut dengan seven word, Minggu (19/3/2017).

Dan ternyata dari tujuh pusaka yang bahan bakunya dari meteor tersebut salah satunya berada di Indonesia, keris tersebut bernama Keris Kanjeng Kiai Pamor. Sedangkan pusaka paling terkenal adalah pedang Excalibur milik Raja Arthur dari Inggris.

Bagi penggemar dan kolektor, pamor, nuansa atau motif, yang tercipta dari keris berbahan meteor itu berkarakter.  Keris Kanjeng Kiai Pamor ini diperkirakan dibuat pada abad ke-18 ketika Pakubuwono II memerintah. Saat itu, kawasan Prambanan dijatuhi meteor. Kala itu hanya beberapa kerikil meteor dibuat untuk keris.

Kerikil meteor yang jatuh di Prambanan tersebut diserahkan kepada Empu Brojoguna. Dengan kemampuan yang hebat, Empu Brojoguna mampu menyulap batuan dari luar angkasa menjadi senjata yang mematikan dan memiliki nilai magis tinggi.

Penggunaan batuan luar angkasa untuk pusaka ini bukan tanpa alasan. Para empu keris zaman kerajaan sudah tahu betul jenis-jenis logam yang paling bagus untuk dibuat senjata.

Meteor dipilih oleh para empu keris, karena mengandung unsur titanium. Para empu di Jawa sejak abad 12-13 diyakini telah menggunakan meteor sebagai bahan pembuat keris, tombak, dan pedang. 

Tiga orang sarjana fisika nuklir Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) Yogyakarta yakni Haryono Arumbinang, Sudyartomo Suntono dan Budi Santoso mengadakan penelitian tentang kandungan logam pada pusaka Jawa.

Penelitian tersebut dilakukan dengan metode dan peralatan mutakhir. Dari penelitian tersebut bahan meteor dalam hal ini titanium yang paling banyak adalah keris-keris di era Mataram Sultan Agung sekitar abad ke-16.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Dosen Materialis Engineering Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Ir Mardjono Siswosuwarno menguatkan pendapat bahwa keris di era Majapahit dan Mataram Sultan Agung banyak menggunakan bahan meteor.

Profesor yang ahli soal bebatuan tersebut, membenarkan bahwa pusaka kerajaan zaman dahulu ada yang menggunakan batuan luar angkasa sebagai bahan baku. 

Melakukan Tirakat Untuk Mendapatkan Batu Meteor

Senior perkerisan dari Forum Bawa Rasa Tosan Aji Soedjatmoko Surakarta, Kanjeng Benny Hatmantoro mengatakan, para empu keris zaman dulu suka melakukan tirakat (mengasingkan diri ke tempat sunyi), kemudian banyak melihat langit.

Menurut Benny, saat ada batu meteor jatuh maka mereka memburunya, pencariannya melalui metode penyelarasan dengan alam. "Metode meditasi atau lelaku bagi para empu di Jawa adalah suatu metode konvensional untuk mendeteksi dan memilih logam," kata Benny dikutip dari laman merdeka.com

Menurut Benny, langkah itu dilakukan karena para empu keris itu meyakini meteor memiliki kandungan logam yang hebat. Selain itu, para empu juga meyakini bahan dari langit memiliki kekuatan alam yang luar biasa.

Benny percaya empu Keris di Jawa zaman dahulu memiliki kelebihan sudah bisa memilih dan serta menentukan 19 jenis logam terbaik sebagai bahan untuk dibuat keris dan 17 jenis besi yang kurang baik sebagai bahan membuat keris.

Dalam Catalogue of Meteorites dijelaskan, pernah jatuh meteorit Jatipengilon di Alastoewa, Madiun pada 19 Maret 1884. Berat meteor Jatipengilon mencapai 166 kg. Saat jatuh, meteor Jatipengilon melesak tiga meter ke dalam bumi.

Dari data Javier de la Torre, cofounder Vizzuality dan CartoDB, didapat peta intensitas jatuhnya meteor di bumi. Dari peta tersebut terlihat Pulau Jawa kerap menjadi lokasi jatuhnya meteor. 

Dan sampai saat ini masih banyak orang untuk berburu benda pusaka berwujud keris yang terbuat dari batu meteor tersebut untuk dijadikan jimat. (ISD)

Sumber : dari berbagai sumber
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »