Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Modus Penipuan Dengan Mandiri E-Cash

Diposting oleh On 02.31.00 with No comments

Contoh struk transfer palsu
Lenterajogja.com, Yogya - Kecanggihan transaksi online yang kian digemari para penjual maupun pembeli, kian memudahkan bagi setiap pemakainya. Namun seiring dengan kemudahan pelayanan canggih dari aplikasi tersebut, "Modus penipuan baru tercipta". Contoh aplikasi yang akan dibahas disini adalah transaksi menggunakan Mandiri e-cash, Minggu (9/10/2016)

Apa itu Mandiri e-cash? 

Mandiri e-cash Adalah uang elektronik yang bisa digunakan untuk membeli barang di merchant / toko tertentu, transfer saldo e-cash, bahkan bisa digunakan untuk tarik tunai di atm.

Dari segi fungsi hampir sama seperti kartu ATM yang bisa digunakan untuk tarik tunai, transfer, belanja di toko, dsb. Bedanya kalau ATM harus memiliki rekening bank Mandiri terlebih dahulu.

Namun dalam penggunaan Mandiri E-cash tidak perlu memiliki rekening bank dan hanya perlu memiliki sebuah ponsel dan nomor telepon yang masih aktif.

Cara menggunakan Mandiri e-cash

Cukup dengan mendaftarkan nomor ponsel Anda melalui menu USSD (seperti saat mau isi ulang pulsa) *141*6# lalu ikuti langkah selanjutnya. Setelah Anda mendaftarkan nomor telepon Anda, Anda bisa mengisi ulang mandiri e-cash melalui e-channel Bank Mandiri, transfer atm bersama atau tunai (cash) melalui retail store tertentu Anda sudah dapat menggunakan uang elektronik ini.

Dengan mendaftar seperti cara diatas Anda sudah bisa menggunakan e-cash untuk bayar / beli di toko-toko tertentu. Tapi kalau ingin bisa digunakan untuk tarik tunai dan transfer, Anda harus mengunjungi cabang bank Mandiri dan menyerahkan KTP untuk didata.

Bukti penipuan Mandiri e-cash yang sempat dilancarkan terhadap korbannya:

Berikut adalah pengakuan dari salah seorang temannya saya yang sempat diperdaya oleh pelaku penipuan yang tidak mau disebutkan namanya, sebut saja inisialnya M.

Saya sudah 3 kali kena modus kayak gini tapi Alhamdulillah tidak sampai kehilangan uang. Penipu awalnya seperti biasa layaknya orang yang mau order barang, namun pelaku tidak menawar dan tidak basa-basi terhadap produk yang diiklankan. Mereka langsung setuju dengan produk yang ditawarkan tersebut.

Pelaku langsung segera ingin mentransfer barang tersebut melalui Mandiri e-cash. mereka bertanya dulu sama penjual, sebelumnya udah prnah transaksi pkai e-cash belum, kalau belum pelaku akan menjlaskan kalau Mandiri e-cash itu sistem transfernya memakai Handphone.

Pelaku kemudian menyuruh korban ke ATM Mandiri untuk menerima transfer. kalu korban sudah sampai di ATM, korban disuruh fotoin saldo yang ada direkeningnya.

Beruntung korban tidak sampai ketipu, karena saldo direkeningnya tinggal Rp.15.000,-,  jadi pelaku tidak bisa mengambilnya. 

Kecurigaan korban muncul saat pelaku memintanya mencari pinjaman dulu sebesar Rp. 500.000,-. Pelaku bilang kalau orang yang menerima transferan, saldonya minal Rp.500.0000,-.

Korban tidak membayangkan jika saldo dalam rekeningnya berjumlah Rp.500.000,- keatas. Mungkin korban bakal disuruh mengikuti petunjuk dan arahan pelaku yang akhirnya saldona direkening dikuras habis oleh pelaku.

Berikut bukti percakapan antara pelaku dan korban via BBM





(ISD)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »