Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Kenapa Kerokan Dapat Mengobati Masuk Angin? Simak Ulasannya

Diposting oleh On 21.39.00 with No comments



Lenterajogja.com, Yogya - Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan metode pengobatan dengan kerokan

Yang dimaksud dengan pengobatan kerokan yaitu pengobatan dengan cara menggaruk dan menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam sehingga terbentuk guratan merah pada kulit. Membuat otot yang tadinya pada kaku menjadi kendur.

Pengobatan masuk angin dengan cara kerokan ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Di zamannya bentuk pemerintahan kerajaanpun sudah menggunakan metode ini. Walaupun peralatan penunjang di dunia medis sudah canggih, namun kebiasaan kerokan ternyata masih bisa kita jumpai diberbagai kalangan strata di Indonesia tidak mengenal status sosial.

Metode pengobatan ini digemari, karena praktis, cepat dan efektif manjur, tentunya untuk sebuah penyembuhan penyakit setelah kerokan, badan akanb menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan oleh suatu zat endorphin yang keluar dari proses kerokan tersebut.

Menurut penelitan seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. DR. dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK., MM, MKes. Seperti dikutip dari klikdokter, Sabtu (15/10/2016).

Penelitian itu dilakukan sepanjang tahun 2003-2005. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ‘masuk angin’. 

Tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi. Hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan; tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar. Hal ini membuktikan kerokan tidak merusak pori-pori kulit dan tidak menyebabkan pembuluh darah kecil dan halus pecah. Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah.

Bagaimana penelitiannya?
Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih suka kerokan daripada laki-laki. Para responden dibagi dalam dua kelompok dan menjalani pemeriksaan darah.

Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua tidak. Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada tiga hal yang diamati, yakni:

1. Terdapat perubahan kadar endorphin
kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.

2. Terdapat perubahan kadar prostaglandin
Kadar prostaglandin turun. Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.

3. Terdapat perubahan kadar Interleukin serta komplemen C1 dan C3 
Terdapat perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan.

Jadi bagi Anda yang suka kerokan untuk mengobati masuk angin tidak perlu kawatir, karena sudah dijelaskan ulasannya seperti diatas tidak menimbulkan efek samping terhadap tubuh kita.

(ISD)



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »