Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Wajah Para Sporter Brutal Dan Penebar Provokasi Jackmania

Diposting oleh On 02.07.00 with No comments

©facebook.com/krishnamurti
Lenterajogja.com, Jakarta - Kekalahan Persija Jakarta vs Sriwijaya FC dengan skor 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada hari jum'at (24/6/2016) pekan lalu diwarnai kericuhan. Empat orang anggota polisi menjadi korban kerusuhan sporter jackmania.

Diketahui, bahwa kerusuhan tersebut terjadi karena adanya aksi provokator di lapangan.

Kericuhan Jakmania yang bermula dari pertandingan antara Persija dan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin. Saat tim Persija kemasukan satu gol, seorang suporter alay masuk ke lapangan dan memancing suporter lain menjebol pagar tribun sektor 13 dan 14 stadion dan bentrokan pun tak dapat dihindari, polisi berusaha membubarkan kericuhan dengan menembakan gas air mata, Sabtu  (25/6/2016).
Kericuhan di dalam stadion merupakan imbas dari kericuhan yang terjadi di luar stadion. Akibatnya, empat orang anggota polisi menjadi bulan-bulanan seporter jackmania.

Keempatnya anggota polisi masing-masing Brigadir Hanawiah, Brigadir Supriadi, Brigadir Wawan Chandra, dan Aiptu Muhtadi. Mereka kini tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Selain itu, seorang penjual minuman pun turut menjadi korban. Penyakit jantung korban kumat begitu kerusuhan pecah.

Dikutip dari Akun Facebook Krishna Murti, inilah wajah para pelaku beserta postingan yang menghasut dan menyerang polisi dengan kata-kata kasar. Dia menegaskan tak ada tempat bagi suporter brutal.

©facebook.com/krishnamurti

"Lihat wajah-wajah mereka saat sebelum ditangkap dan sesudah ditangkap. Yang terus menyebarkan kebencian, termasuk yang buat kerusuhan akan kami kejar kemana pun dan kami tegakkan hukum atas perbuatan kalian. Negara tidak boleh kalah oleh suporter brutal."

Dikutip dari TV One, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan setelah kejadian anggota Dirkrimum dan Dirkrimsus Polda Metro berhasil melakukan pengungkapan. Penyelidikan dimulai dari lokasi kejadian, lalu adanya foto dan video yang beredar.

©facebook.com/krishnamurti

Dari situ, lanjut Dwi, pelaku penyerangan terhadap Yudha bisa diringkus. "Kita tangkap atas nama J alias Oboy di Cikarang sekitar pukul 21.30 Wib. Kemudian, ada juga 6 Jakmania lainnya yang ditangkap terkait kasus hate speech yang di TKP pintu 7," ungkapnya.

Menurut Dwi, enam pelaku itu mem-posting terkait kejadian di TKP dengan korban Brigadir Hanafi yang sekarang masih kritis. Pelaku melakukan provokasi pada intinya perlawanan terhadap petugas sehingga kita ambil tindakan tegas.

"Saudara MR, R, I, S, A, dan tadi pagi subuh kita tangkap lagi atas nama AF di Grogol. Kalau yang kelima yang saya sebutkan tadi kita tangkap sekitar pukul 20.00-21.30 Wib, satu di Bogor, dan lainnya di Angke," ungkapnya.

©facebook.com/krishnamurti
"Sampai pagi ini ada 7 orang. Satu kasus pengeroyokan. 6 Kasus hate speech. Dari ini kita berharap berkembang, karena saksi minim sekali. Yang bersangkutan langsung meng-upload gambar TKP," tandasnya.

"Khusus TKP Brigadir Hanafi yang sedang kritis sulit. Tapi yang Brigadir Yuda agak mudah. Karena beredar di TV, foto-foto, video terjadi pemukulan dan penyerangan anggota kami di lapangan," jelasnya.(ISD)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »