Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Pengedar Vaksin Palsu Dijerat Dengan Undang-Undang Perlindungan Anak

Diposting oleh On 07.49.00 with No comments



Lenterajogja.com - Bareskrim Polri telah membentuk satuan tugas (satgas khusus) untuk mengusut penyebaran vaksin palsu ini. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya mengatakan, selain mendukung penegakan hukum yang sedang dilakukan polisi, Satgas juga bekerja untuk menangani sebaran dan dampak vaksin palsu.

"Sebaran vaksin palsu juga akan kita identifikasi dan ungkap," ujar Agung di Aula Bareskrim Mabes Polri," Dilansir dari detik.com, Selasa (28/6/2016).

Bareskrim Polri telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka di kasus pengedaran vaksin palsu. Sangat mungkin para tersangka tersebut juga dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan anak. 

"Sangat dimungkinkan, dilihat dari rumusan pasal yang cocok. Sementara 2 UU yang diterapkan, UU Kesehatan nomor 36 tahun 2009 dan UU perlindungan konsumen," kata Kepala Divisi Humas Polri Boy Rafli Amar di acara FGD Mudik Aman 2016 di Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2016).

Boy menjelaskan, Kabareskrim telah memberikan instruksi ke penyelidik dan penyidik di seluruh Indonesia untuk bekerja semaksimal mungkin. 

"Agar pendeteksian maksimal dari data hasil penyelidikan, sekaligus melakukan upaya hukum, jika kedapatan vaksin adalah hasil ilegal," jelas Boy. (ISD)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »