Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Mengungkap Fakta "Geng Qizruh" Jogja

Diposting oleh On 05.26.00 with No comments



Lenterajogja.com, Yogya - Maraknya aksi kriminalitas dan kejahatan yang sering mengatasnamakan sebuah "Geng" dibeberapa wilayah kota  Indonesia membuat tim lenterajogja.com ingin mengungkap fakta sebuah "Geng" yang belum lama ini tertangkap polisi karena aksi kriminalnya.

Nama "Geng" memang akhir-akhir ini kembali muncul kembali kepermukaan dibanyak medsos yang menyoroti sekumpulan "Geng" yang kian meresahkan. Istilah "Geng" yang terbesit ditelinga kita pasti identik dengan hal negatif dan kekerasan.

Penjabaran "Geng" sendiri menurut lenterajogja.com adalah kelompok pemuda yang aktif berkumpul/nongkrong, dari kegiatan nongkrong sekumpulan pemuda tersebut akhirnya membentuk sebuah komunitas, agar komunitas tersebut bisa eksis dan terkenal maka mereka biasa menamai sebuah komunitas tersebut.

Seperti halnya ada yang namanya "Geng" motor, club motor atau "Geng" yang merupakan kumpulan anak berandalan yang suka bikin onar.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh lenterajogja.com dilapangan dan berbagai sumber, Kali ini akan diungkap fakta sebuah "Geng", Geng tersebut bernama "Geng" Qizruh. Geng yang pernah sempat melegenda di Jogja. 

Sejarah Geng Qizruh

Hampir di setiap kota pada setiap jamannya ditemukan fenomena nama "Geng" yang identik ‘liar’ yang kerap membikin onar dan keresahan, bahkan motif membikin onarpun kadang hanya mereka buat untuk tujuan hiburan saja.

QZRUH adalah singkatan dari Q-ta Zuka Ribut Untuk Hiburan. Entah siapa yang pertama kali mendirikan geng bernama Qizruh yang sering disingkat dengan QZR ini. Geng ini berdiri di awal tahun 1961 dengan tujuan melawan ketidakadilan yang melanda di era itu. Terdiri dari sekumpulan pemuda yang tak peduli arah dan tujuan hidup, secara teritori QZR menguasai wilayah utara Kota Yogyakarta.

Tempat Nongkrong yang diyakini tempat awal terbentuknya QZR adalah di bioskop President (sekarang Galeria Mall) dan wilayah Terban.

Pentolannya (ketua) disini adalah seseorang yang berinisial DRT (almarhum), nama yang hingga kini melegenda di Kota Yogyakarta.


QZRUH sering diidentikkan dengan kaum berada, kaum berpunya, walaupun tidak semua anggotanya dapat dianggap orang ‘mapan’.

Salah satu tongkrongan elit mereka pada waktu itu adalah di diskotik Jogja Jogja (JJ). Meskipun anggota QZR yang mendominasi adalah para pemuda muslim, tetapi pemuda non-muslim konon cenderung memihak atau bergabung.

Warna kebanggaan QZR adalah putih atau merah. Dulunya, jika motornya beratribut putih dapat dipastikan itu adalah motor QZR. “Jika ada konvoi motor berwarna putih, minggir saja ketimbang kena sangkur, bung!", kalimat yang sering diserukan," ujar salah seorang anggota yang masih menjadi bagian dari "Geng" QZR ini.

Seiring berjalannya waktu, atribut mereka berubah dengan warna hitam dan merah karena dulunya banyak dari anggota QZR yang beraliran Death Metal (seperti Q-Zruh Molo Death, Q-Zruh Ghost Gate, dll).

QZRUH sering diidentikkan dengan pendukung partai tertentu, bahkan beberapa pentolan dari mereka kerap menjadi satgas partai tersebut.

Cara paling dasar untuk menunjukkan eksistensi mereka yaitu dengan menulis grafity nama geng mereka di tembok sudut-sudut kota dengan cat atau pylox. Saat berkonvoipun mereka pasti dibekali sajam. Selain itu, anggota dari mereka biasanya melengkapi tato ditubuh mereka biar terlihat garang dan sangar. (ISD)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »