Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Isu Vaksin Palsu Merambah Jogja, Pemprov DIY Beri Himbauan Dan Cek Fasilitas Pelayanan Imunisasi

Diposting oleh On 05.01.00 with No comments



Lenterajogja.com, Yogya - Pasangan suami istri yang terkenal rajin solat ini, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina yang ternyata merupakan pengedar sindikat vaksin palsu, berhasil dibekuk Bareskrim Mabes Polri di Jalan Kumala 2 blok M nomor 29, kawasan perumahan elite Kemang Pratama, Kota BekasiSenin (27/6/2016).

Vaksin palsu yang diproduksi sindikat ini telah diedarkan di sejumlah kota besar di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Bogor, Banten dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Sementara vaksin yang diproduksi pun beragam, ada vaksin hepatitis, campak dan tuberkolosis atau TBC.

Dampak bagi balita yang divaksin palsu ini memang mengerikan. Jangka pendek, kemungkinan timbulnya infeksi hingga gangguan pernapasan kepada balita.

Dikutip dari kompas.com, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan, Polri terus mengembangkan pengungkapan kasus temuan vaksin palsu untuk balita.

Setelah ditemukan di tiga wilayah, kali ini Polri juga menemukan kasus serupa di daerah lain.

"Sekarang masih dalam pengembangan, kalau tidak salah kemarin ke Yogya juga ada. Tapi saya belum tahu hasilnya apa," kata Badrodin usai menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016 di Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Berbeda dengan argumen Plt Kepala Dinas Kesehatan DIY Sulistyo seperti dikutip dari detik.com. Polisi memang menyebut peredaran vaksin palsu sudah sampai di Yogyakarta. Namun hingga saat ini Pemprov DIY belum memastikan keberadaan vaksin palsu yang dimaksud. 

"Kita belum memastikan (ada atau tidak). Makanya kita akan menyampaikan ke kabupaten dan kota agar berhati-hati tentang vaksin itu," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan DIY Sulistyo.

Dikutip dari detikcom, Senin (27/6/2016). Sulistyo akan membuat surat edaran ke pemerintah kabupaten dan kota dan seluruh fasilitas pelayanan imunisasi baik milik pemerintah atau swasta.

Isi dari surat edaran tersebut adalah imbauan untuk pihak-pihak tersebut agar lebih berhati-hati. Selain itu, dianjurkan pula untuk menggunakan vaksin dari program pemerintah.

"Kedua, kami melakukan supervisi rantai dingin sekaligus mendata asal vaksin yang digunakan selama ini ke fasilitas pelayanan imunisasi yang besar dan tidak pernah menggunakan vaksin program," ulas Sulistyo.

Tak hanya itu, Pemprov DIY juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Biofarma terkait nama-nama distributor resmi Biofarma. Sementara, berdasarkan penyelidikan polisi, Yogya termasuk daerah peredaran vaksin palsu selain DKI, Sumut, Jateng, Jabar, dan Banten. 

Semoga peredaran kasus vaksin palsu cepat dapat diatasi pihak aparat dan instansi terkait agar jaringannya tidak sampai meluas lagi. (ISD)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »