Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Dosen Fisipol UGM Diskors Karena Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswinya

Diposting oleh On 09.32.00 with No comments


Lenterajogja.com, Sleman - Seorang  Dosen bergelar doktor disebuah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berinisial EH diberikan sanksi berupa suspensi terkait dugaan pelecehan seksual terhadap mahassiswi.

“Kasus ini telah ditangani oleh Fakultas tanggal 25 Januari 2016,” kata Dekan Fakultas Dr Erwan Agus Purwanto MSi kepada para wartawan, Jumat (2016/06/03).

sanksi setelah melalui beberapa tahapan yaitu Fakultas melakukan rapat bersama antara Dekan, Ketua Senat Fakultas, dan Dewan Departemen.

“(Pertemuan) yang berkaitan dengan pelanggaran kode dosen etik untuk menanggapi laporan dari korban. Dalam pertemuan tersebut, Fisipol kemudian menjatuhkan sanksi, (pertama) membebaskan EH dari kewajiban untuk mengajar dan membimbing tesis dan tesis, “kata Erwan.

Hukuman kedua diberikan kepada dosen laki-laki itu diusulkan untuk membatalkan EH sebagai kepala pusat studi. Ketiga, Fisipol juga mewajibkan yang bersangkutan menjalani program konseling dengan Rifka Annisa Women Crisis Center untuk menangani perilaku negatif.

“Secara khusus terkait dengan pelecehan seksual,” tambahnya.

Sanksi yang dikenakan terus, kata Erwan, sampai EH dapat menerapkan konseling perilaku berdasarkan hasil dari Rifka Annisa Women Crisis Center.

“Jika ada fakta baru yang belum terungkap sebelumnya, maka Fisipol akan memberikan hukuman berat bagi mereka yang bersangkutan,” jelasnya.

Sanksi itu diberikan pada dua pertimbangan. Pertama, kata Erwan, personil aturan disiplin dan perilaku etis dari pegawai negeri sipil yang dikeluarkan oleh dosen UGM.

“Kedua, kita masih memiliki harap pertanyaan yang akan diubah dengan memberikan kesempatan untuk konseling diawasi oleh fakultas,” kata Erwan.

Erwan menguatkan, angka EH dikenal sebagai dosen yang cerdas, pekerja keras dan egaliter, sehingga dengan siswa mereka.

Untuk mengantisipasi bahwa kasus tersebut tidak terulang di masa depan, Fisipol menggelar kampanye Zero Tolerance terhadap pelecehan seksual yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

“(Kampanye) Bekerja sama dengan Rifka Annisa Women Crisis Center sejak Februari 2016,” pungkasnya. 

Sungguh ironi memang Dosen yang seharusnya membimbing siswinya malah melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan tidak patut ditiru. (ISD)

Sumber : dari berbagai sumber



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »