Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Pesona Tugu Yogyakarta

Diposting oleh On 04.43.00 with No comments

Suasana Tugu Yogyakarta di malam hari
Lenterajogja.com, Yogya - Bangunan ini, siapa yang tidak mengenalnya? putih menjulang tinggi dan meruncing keatas dengan berlapiskan warna kuning keemasan pada bagian kerucutnya yaitu Tugu Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai Tugu Malioboro ini mempunyai nama lain Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih.

Tugu yang merupakan penanda batas utara kota tua Yogya. Tugu Yogya bukanlah tugu sembarang, tapi tugu Yogya ini adalah tugu yang memiliki mitos yang sangat bersejarah dan sejuta misteri di dalamnya, sehingga menjadi salah satu keistimewaan yang dimiliki kota Yogya.

Tugu Yogya dibangun pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, pendiri kraton Yogyakarta yang mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan Laut Selatan, Kraton Yogya dan Gunung Merapi.

Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan.Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), hingga akhirnya dinamakan Tugu Golong-Gilig.Keberadaan Tugu ini juga sebagai patokan arah ketika Sri Sultan Hamengku Buwono I pada waktu itu melakukan meditasi, yang menghadap puncak gunung Merapi. Bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas, sementara bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar, sedangkan bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu golong gilig ini pada awalnya mencapai 25 meter

Kondisi Tugu Yogya ini berubah total pada 10 Juni 1867, di mana saat itu terjadi bencana alam gempa bumi besar yang mengguncang Yogyakarta, yang membuat bangunan tugu runtuh. Runtuhnya tugu karena gempa inilah yang membuat keadaan dalam kondisi transisi karena makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.

Pada tahun 1889, keadaan Tugu benar-benar berubah, saat pemerintah Belanda merenovasi seluruh bangunan tugu. Kala itu Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing.

Ketinggian bangunan pun menjadi lebih rendah, yakni hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itulah, tugu ini disebut sebagai De White Paal atau Tugu Pal Putih. Perombakan bangunan Tugu saat itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja, namun melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, akhirnya upaya tersebut tidak berhasil.

Keberadaan tugu Yogyakarta inipun berubah menjadi salah satu obyek wisata, Para wisatawan asing ataupun lokal untuk mengunjungi bangunan ini, terutama saat menjelang petang hari hingga malam hari untuk hanya sekedar berfoto bahkan tidak jarang digunakan sebagai lokasi pemotretan model atau pre wedding karena memang bangunan ini bagus untuk dijadikan background. Tak pelak juga banyak para pemuda pemudi yang hanya sekedar kongkow menghabiskan waktu malam sambil bercengkrama dengan teman, pacar bahkan berfoto selfi.

Para pengusaha kecilpun tak kehilangan dengan memanfaatkan momen ini, terbukti sekarang diseputaran lokasi bangunan tugu terdapat banyak penjaja makanan dan minuman yang disediakan bagi para pengunjung seperti warung kopi "jos", angkringan, cafe minuman dan coffe. Mungkin bagi warga jogja ada yang mau buka peluang usaha non permanen lagi diseputaran bangunan ini?

Letaknya yang sentral dijogja sehingga bangunan ini diwaktu siang haripun biasa digunakan untuk berunjuk rasa oleh pelajar maupun ormas-ormas tertentu.

Begitu dahsyatnya bukan pesona bangunan ini, sehingga menjadi sorotan khalayak umum. jadi masihkah Anda tidak mengenal bangunan Tugu Yogyakarta ini?. (ISD)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »