Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Motor Sport VS Motor Konvensional, Apa Perbedaannya? Begini Ulasannya

Diposting oleh On 00.06.00 with No comments

Gambar Ilustrasi
Lenterajogja.com, Yogya - Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan atau keseimbangan sepeda motor bergantung kepada pengaturan setang oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta serta biaya operasionalnya cukup hemat.

Motor sport atau biasa disebut sportbike adalah kendaraan yang diciptakan untuk mengoptimalkan kecepatan, akselerasi, pengereman, dan menikung di jalan beraspal. Motor kategori ini biasanya mengorbankan sisi kenyamanan dan daya irit bahan bakar.

Di Indonesia, motor sport kian digemari. Penggemarnya pun beragam. Mulai kelas motor berkapasitas mesin 150cc hingga kelas mesin superbike; 1.000cc.

Tidak heran beberapa motor kenamaan Jepang; Yamaha, Honda, dan Kawasaki, tak segan mendatangkan beragam produk sport masing-masing ke Indonesia. Bahkan mereka membangun pabrik khusus untuk merakitnya di Indonesia.

Sementara pabrikan lain, misal Suzuki, KTM, MV Agusta, Ducati, Gilera, dan Aprilia rela mendatangkan motor kencang masing-masing dengan status Completely Built-Up (CBU) melalui kepanjangan tangan importir umum. Misalnya, Garansindo Euro Sport --pengimpor motor Ducati.

Sebagai bukti gairah pasar lokal terhadap motor sport bisa dilihat pada penjualan All New Honda CBR150R. Per Maret 2016, motor sport Honda 150cc ini terjual hingga 20.498 unit atau naik 41,2 persen dari periode terdahulu.

Apakah Anda adalah pecinta atau penggemar motor sport? tentunya Anda sedikit paham tentang klasifikasi motor sport, disini team lentera jogja akan memberikan ulasan perbedaan antara motor sport dan motor konvensional, "Seperti dilansir dari cycleworld.com, Selasa (11/5/2016) begini ulasannya :

Rangka, suspensi, dan ban motor

Motor sport berbeda dari motor konvensional sejak dari fisiknya; rangka, suspensi (shock breaker), dan ban.

Motor ini secara umum dibangun dengan topangan sasis yang dinamakan Stiff Frame atau rangka kaku. Selain lebih berat dan padat, rangka ini juga berfungsi sebagai penopang mesin.

Dia juga menjaga keseimbangan gravitasi motor saat melakukan pengereman, kecepatan tinggi, dan saat menikung. Sekarang ada beragam rangka kaku yang digunakan motor sport.

Berikutnya, setang motor sport lebih rendah dibanding motor konvensional secara umum. Diameter setang biasanya lebih pendek dan pada sepertiga sudut menekuk tajam. Ini demi aerodinamika dan kenyamanan mengemudi.

Sektor penunjang lain adalah suspensi bagian depan dan belakang motor. Secara umum suspensi motor sport menggunakan sistem up-side down (USD) pada bagian depan, dan suspensi tunggal pada bagian belakang.

Bagian ini sedikit berbeda dibanding motor lain pada umumnya. Suspensi belakang motor sport mengadopsi sistem multisetel atau dapat diatur tinggi atau rendah sesuai keperluan (adjustable). Satu di antara jenama kenamaan supensi khusus untuk motor sport adalah Ohlins.

Melengkapi suspensi, motor sport menggunakan ban bertipe radial dengan profil pelek lebar atau lazim disebut low profile tires. Profil ban jenis ini menjaga keseimbangan motor secara optimal saat menikung.

Gambar Ilustrasi

Desain dan aerodinamika

Bentuk dan desain adalah nilai tambah sebuah kendaraan. Namun pada motor sport, bentuk kendaraan bukan sekadar masalah estetika.

Desain motor sport berpengaruh pada aerodinamika. Desainnya menonjolkan sisi aerodymanic bodywork berupa fairing di bagian kiri dan kanan motor serta posisi windshield (pembelah angin) yang lebih tinggi dibanding motor nonsport. Ini semua demi keseimbangan alur angin saat motor melaju kencang.

Sebagai pelengkap tampilan fisik motor, Anda juga bisa melihat bentuk/posisi jok motor sport yang sangat berbeda dengan motor nonsport. Selain lebih kecil, jok dibagi menjadi dua; untuk pengemudi dan pembonceng. Rerata, jok untuk pembonceng berada di posisi lebih tinggi.

Tapi ada harga yang harus dibayar untuk bagian yang satu ini, yakni rasa cepat lelah, baik bagi pengemudi maupun pembonceng. Hal itu disebabkan posisi duduk mereka dirancang menukik untuk menjaga stabilitas motor. Akibatnya dua penunggang menjadi condong ke depan.

Mesin

Motor sport sudah pasti akan memiliki mesin dengan tenaga besar (powerful engine).

Motor sport yang paling umum dijual terdiri dua jenis mesin, yakni DOHC dan SOHC, dengan dukungan sistem penggerak 4 langkah (4 tak) berteknologi Injeksi. Tak ada lagi motor sport menggunakan teknologi mesin 2-tak.

Sebagai pilihan, motor sport yang hadir di Indonesia tersedia jenis satu silinder mesin dan empat silinder berkomposisi segaris --inline. Makin tinggi jumlah silinder, maka suara motor akan lebih halus dan akselerasi kecepatan semakin baik. Biasanya karakter ini ada pada mesin dua silinder ke atas dan volume mesin 250cc ke atas.

Pengereman

Karena motor sport identik dengan kecepatan (tinggi), dia perlu dibekali dengan kemapanan sistem pengereman andal. Bahkan pengguna motor sport dimungkinkan melakukan hard breaker (menarik tuas rem secara maksimal) tanpa kehilangan keseimbangan motor. Hal ini tak mungkin dilakukan pada motor konvensional.

Dengan dukungan sasis rangka dan ban khusus, pengguna motor sport bisa melibas tikungan dengan ekstrem. Anda dapat melakukan high cornering clearance; menikung sambil memiringkan motor hingga hampir miring hingga hampir tergeletak. Tapi ini butuh keterampilan khusus, misalnya pebalap profesional di MotoGP dan hanya mungkin dilakukan di lintasan khusus atau sepi. (ISD)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »