Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Misteri Modus Peneror Kater di Jogja Akhirnya Terkuak

Diposting oleh On 02.54.00 with No comments

Press Releasa di Polda DIY
Zonairwan.com, Yogya - Berakhir sudah misteri Peneror penyayatan kater yang cukup meresahkan warga jogja akhir-akhir ini. Pelaku berhasil dibekuk oleh satgat tim bentukan Kapolda DIYdi rumah kontrakan saudaranya Sdri Rika di Sonopakis Kasihan Bantul  beserta barang bukti yang diamankan pada Senin Malam Pukul 19.30 WIB (2/5/2016).

Dengan Keempat korban penyayatan masing masing bernama Nadila Eka Rahmawati (12) kejadian di Jl Nyi Pembayun Prenggan Kotagede sekira pukul 12.45, Karni (16) di Jl Nyi Pembayun sebelah barat HS Silver sekita pukul 12.30, Rahmawati (29) di Jl Pramuka Prenggan Kotagede depan Apotik K 24 sekira pukul 12.30 dan Nelly Ratnasari (28) di Jl Prof Soepomo Umbulharjo. Semua kejadian terjadi pada tanggal 25 April 2016 lalu. 

Modusnya pelaku mengendarai sepeda motor dengan kencang dan menurut perasaan pelaku korban menghalang halangi jalannya laju kendaraan sepeda motornya. Selanjutnya pelaku memepet para korban dan mengambil pisau cutter yang disimpan di saki celana selanjutnya pisau kater selalu dipegang pada tangan sebelah kiri unurk melakukan penganiayaan dengan menyayat.

Pelaku adalah Bobby Adhie Nugroho alias Boby bin Santoso. Pria kelahiran Malang 4 Desember 1976 ini bekerja sebagai wiraswasta dan beralamat tinggal di Banjar Anyar Gang 4 No 17 RT 002 dan RW 001 desa Wates Kecamatan Magersari Mojokerto Provinsi Jawa Timur dan dusun Kajar III RT 08 RW 22 Desa Karang Tengah Kec Wonosari Gunungkidul. Seperti dilansir dari  tribratanewsjogja.com  pada selasa siang (3/5/2016).

Barang bukti yang diamankan adalah celana panjang kain warna krem merk John Smack, Jacket parasit warna biru dibagian dada bertuliskan UD Utama Motor Jaya Group, sepasang sepatu warna hitam merk Levi's 501, satu pisau cutter warna hitam kombinasi merah dan kuning dengan panjang gagang 14 cm dan mata cutter 8 cm, spm roda dua merk Viar warna hitam lis merah berplat nomor AB 2418 MY dan satu helm hitam merk Hiu.

Tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, "Setiap orang dilarang menempatkan membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Dengan ancaman hukuman paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah)

Pasal 351 ayat (2) KUHP "penganiayaan menjadikan luka berat" dengan ancaman hukuman paling lama 5 (lima) tahun. (ISD)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »