Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Difabel Tuli diperbolehkan Memiliki SIM C

Diposting oleh On 19.56.00 with No comments

Gambar Ilustrasi
Zonairwan.com, Yogya – Perwakilan dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogykarta, dr. Bowo, mengungkapkan bahwa Tuli dapat mengakses surat izin mengemudi (SIM) dengan beberapa ketentuan. Pernyataan itu dikemukakannya saat sosialisasi pembuatan SIM di gedung Badan Pemuda dan Olahraga, Yogyakarta . Seperti dikutip dari solider.co.id (28/2)

“Kami memiliki satu kata, satu bahasa, dan satu aturan yang sama. Kami tidak berjalan sendiri-sendiri. Untuk kendaraan pribadi itu boleh mendapatkan SIM (Surat Ijin Mengemudi) tapi kami periksa dulu. Data itu sebagai dasar peneribatan SIM.”, ujar dr Bowo yang sehari-hari mengurusi bidang kedokteran dan kesehatan Polda DIY.

Sosialisasi tersebut merupakan salah satu rangkaian acara ulang tahun Gerakan Kesejahteraan untuk Tunarungu Indonesia (Gerkatin) DIY ke-34. Dalam acara tersebut dr.Bowo juga mengungkapkan bahwa tuli disarankan untuk menggunakan alat bantu dengar saat berkendara.

“Pada surat keterangan yang kami berikan nanti, kami akan menulis misal gendang telinga menutup dan pendengaran menurun maka akan kami sarankan untuk menggunakan alat bantu dengar. Selama rekan-rekan bisa menggunakan alat bantu dengar ya nggak masalah. Kenapa? Sama seperti saya mata saya minus 5, kalau saya tidak menggunakan kacamata ya tidak boleh”, tambah dr Bowo.

Kalau tidak memakai alat bantu dengar secara rutin juga secara teori tidak bagus. Harus dipaksa terus agar bagian tertentu di otak kita bekerja, tidak stagnan. Berdasarkan data pada 21-22 Agustus 2014 ada 17 orang yang mendapatkan SIM tanpa syarat, 28 orang dengan catatan memakai alat bantu dengar, dan hanya 5 orang yang dinyatakan gagal.”

Tak Seperti Kacamata

Di sisi lain, Wahyu Triwibowo salah satu peserta Tuli menyampaikan bahwa alat bantu dengar tidak sama dengan penggunaan kacamata. Selain itu, Tuli tidak bisa dipaksa menggunakan alat bantu dengar terlebih jika mereka tidak biasa menggunakannya sejak kecil. Dengan adanya spion, standar kendaraan yang sesuai peraturan, dan kecepatan yang wajar, sudah cukup bagi Tuli untuk dapat berkendaran secara aman. Meski demikian, Gerkatin DIY mengapresiasi sosialisasi dari Polda DIY.

“Kalau mau mengurus SIM bisa ke polres karena di polres sudah ada dokter yang dilatih. Kalau tidak ada pemeriksaan lebih lanjut maka SIM bisa langsung diterbitkan. Tidak usah takut membuat SIM, boleh. Yang saya garis bawahi ada rekomendasi memakai alat bantu dengar, ya dipakai. Jangan tidak dipakai”, pungkas dr Bowo. (ISD)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »