Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Tipe Wanita yang Sebaiknya Tidak Dinikahi

Diposting oleh On 18.16.00 with No comments


Gambar Ilustrasi
Seorang laki-laki yang sudah memenuhi syarat untuk menikah serta siap secara lahir serta batin, diharapkan segera untuk menikah. Namun dalam hal ini, hendaknya para laki-laki dapat pilih wanita terbaik yang akan ia jadikan istri serta ibu untuk anak-anaknya kelak.

Dalam Ihya’ Ulumiddin bab Adab Nikah, Imam Al Ghazali memberikan nasehat kepada lelaki muslim agar tak menikahi enam tipe wanita, yakni : Al Annanah, Al Mananah, Al Hananah, Al Haddaqah, Al Barraqah, Serta Asy Syaddaqah.

Siapa saja yang termasuk dalam 6 type wanita menurut Imam Ghazali? Berikut ini penjelasannya :

Al Annanah 
Al Annanah adalah wanita yang suka mengeluh serta mengadu. Menikahi wanita tipe ini membuat suami sulit mencapai sakinah dalam keluarga. Sebab sukai mengeluh tak mendatangkan solusi apapun. Ia justru bisa kuras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama, baik kerabat maupun sahabat. Apalagi bila yang suka diadukan istri yaitu orang tua suami.

Al Mananah
Al Mananah adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan serta jasanya. Menikahi wanita type ini membuat seorang lelaki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Jika ia berbeda pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan serta jasanya. Apalagi bila secara ekonomi sang suami “lebih rendah” dari istrinya.

Selain itu, mengungkit kebaikan beresiko untuk kehidupan akhirat keluarga. Setiap keluarga muslim tentu menginginkan dapat masuk surga bersama-sama. Tetapi, perilaku mengungkit kebaikan mengancam terhapusnya pahala kebaikan itu. Bila pahala-pahala kebaikan terhapus, lalu apa bekal untuk masuk surga?

 Al Hananah
Al Hananah yaitu wanita yang suka menceritakan serta membanggakan orang di saat lalu. Jika ia janda, ia membangga-banggakan bekas suaminya. Jika ia belum pernah menikah sebelumnya, mungkin ia membangga-banggakan ayahnya serta membandingkan dengan suaminya. Atau mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami.

Lebih parah lagi, bila ternyata ia pernah pacaran sebelum menikah serta membangga-banggakan pacarnya di hadapan suami.

Al Haddaqah 
Al Haddaqah yaitu wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik satu barang atau produk, serta sukai meminta suami membelikan. Pendek kata, boros serta konsumtif. Jika wanita-wanita type sebelumnya kuras emosi suami, wanita type ini menguras kantong suami. Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tak baik serta tak disukai agama.

Apalagi bila suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri yang berlebihan

Al Barraqah
Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa ada dua arti al Barraqah. Pertama, ia yaitu tipe wanita yang sukai berhias sepanjang hari. Meskipun untuk tampil menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan.

Berlebihan dalam belanja kosmetik serta berlebihan dalam pemanfaatan saat yang mengabaikan bebrapa kewajiban lainnya. Apalagi bila niatnya bukan untuk suami.

Kedua, wanita yang tidak mau makan serta suka mengurung diri sendirian.
Dengan kata lain, ia tipe penyedih. Bagaimana keluarga bisa sakinah mawaddah wa rahmah kalau sang istri sukai berbuat demikian?

Asy Syaddaqah
Asy Syaddaqah yaitu tipe wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara. Hampir setiap hal dikomentari serta komentarnya bukanlah komentar yang bermanfaat. Ada hal yang wajar saja dikomentari negatif apalagi jika ada kesalahan.

Menikahi wanita type ini, sulit untuk suami menemukan kedamaian karena semua sikapnya akan jadi sasaran komentar nyinyir sang istri.

Itulah 6 tipe wanita yang sebaiknya tak dijadikan istri atau pendamping hidup menurut Imam Ghazali. Semua itu untuk kebaikan serta ketentraman rumah tangga serta keluarga kelak. Bukankah tujuan menikah adalah untuk ibadah? Oleh sebab itu, dalam pilih istri, sebaiknya yang dinilai pertama kali yaitu akhlaknya. Semoga begitu, akan terbina satu rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amiin Yaa Rabbal Alamiin. (ISD)



 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »