Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Waspadai Penipuan Online

Diposting oleh On 20.00.00 with No comments

Cara Mengetahui Online shop Penipu atau Bukan

Gbr: Ilustrasi
     Online shop sudah mulai berkembang pada saat ini. Perkembangan positif mulai dirasakan oleh pedagang dan pembeli online shop. Tetapi sayang perkembangan positif tersebut harus di nodai oleh online shop curang atau online shop penipu. Oleh karena itu kita harus mulai waspada dan harus mengetahui apakah online shop tersebut penipu atau online shop terpercaya.

Beberapa cara untuk mengetahui online shop penipu ataukah online shop terpercaya :
  1. Contact person - mencangkup beberapa item antara lain nomer telpon, pin BB, alamat. Apakah nomer telpon yang di pasang bisa di hubungi? Dan apakah ada alamat pada website tersebut? Harap berhati - hati apabila nomer telpon tidak bisa di hubungi baik di telpon, di sms atau mungkin ada whatsapp. Kadang kala online shop memang sengaja tidak mau menerima telpon (biasanya sudah di beri keterangan HANYA SMS atau WA saja) dikarenakan mungkin online shop tersebut belum mempunyai CS dan merasa bahwa di website sudah jelas. Tetapi anda perlu melakukan cek minimal anda melakukan misscall, kalau masuk berarti dapat di katakan 50% OKE. Alamat pun kadang online shop tidak memberikan alamat yang jelas, kadang hanya di tulis KOTA nya saja, alasannya adalah banyak sekali teror yang bisa terjadi atau karena memang dia hanya menjalankan sistem online nya, sehingga bila ada customer datang dia tidak bisa melayani. Anda bisa melakukan komunikasi melalui BBM atau WA untuk menanyakan alamat nya
  2. Nomer Rekening - ini bisa di jadikan acuan yang pasti. Pastikan nomer rekening dari online shop ini mempunyai nama yang sama, paling banyak 2 nama yang di paparkan, karena biasanya menggunakan nomer rekening istri dan suami. Jangan sampai ada banyak nomer rekening dengan nama yang berbeda - beda. Ini pun prosentase nya baru dapat dikatakan sekian persen dapat dipercaya... lakukan pengecekan selanjutnya.
  3. Referensi dari pihak ketiga - bisa dari teman, berita online terpercaya, saudara atau website terpercaya lainnya.Kalau anda mendapatkan referensi dari saudara dan teman yang sudah pernah melakukan transaksi dengan online shop tersebut, maka dapat di pastikan 100% online shop terpercaya. 
  4. Testimoni - ini juga bersifat referensi. Usahakan testimoni berupa foto atau printscreen hasil ngobrol via WA, SMS atau BBM... karena dengan print screen tersebut akan menjadi bukti nyata kepuasan pelanggan. Waspada bila testimoni hanya berupa tulisan yang di pasang di web (bukan photo atau printscreen), karena pemilik online shop juga bisa menulis sendiri testimoni tersebut.
  5. Photo produk - pastikan photo produk adalah asli, bukan photo digital manipulasi komputer. Karena banyak sekali online shop yang menggunakan photo digital manipulasi komputer supaya produk terlihat menarik. Selain anda akan kecewa dengan produk aslinya, bisa jadi itu hanya tipuan untuk menarik perhatian anda.
  6. Harga produk - bandingkan harga produk, bila harga produk serasa tidak wajar (terlalu murah) maka perlu waspada, coba lakukan obrolan dengan pemilik online shop. Anda bisa mengorek keterangan seputar produk, sehingga yakin bahwa harga produk tidak rekayasa.

  Tips Menghindari Penipuan Online

  1. Pelajari Marketplace
    Kesalahan pertama korban penipuan bisnis online adalah lupa mempelajari marketplace yang ia masuki. Dalam dunia online, sangat penting mengenal marketplace. Marketplace seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan media sosial lainnya sangat rentan dimasuki para penipu online yang tidak beradab. Tidak seperti marketplace yang memang ditujukan untuk jual beli dan berbisnis seperti Tokopedia, Berniaga, Lazada, atau Elevania.
    Memang marketplace tersebut juga rentan terhadap penipuan online namun resiko penipuan yang dihasilkan juga sedikit. Tidak salah kalau Anda membeli barang dari media sosial namun ingat bahwa media sosial merupakan marketplace yang rentan dimasuki oleh penipu online. 
  2. Pelajari Kredibilitas Penjual
    Bila Anda hendak membeli sesuatu secara online (apalagi dibeli di sosial media), sangat penting mempelajari kredibilitas sang penjual agar Anda tidak tertipu secara online. Kredibilitas seorang penjual dapat dilihat dalam tawaran yang ia utarakan. Misalnya, apakah ia sudah mempunyai pengalaman dalam menjual produk tertentu, ulasan yang ia terima dari pembeli, apakah ia sanggup bertemu secara nyata, dan lain sebagainya.
         Sangat penting bagi seorang calon pembeli yang ingin membeli secara online agar mengenali sang penjual dan kredibilitasnya agar tidak tertipu. Ingat, jangan langsung membeli! Kata-kata sang penjual yang manis belum tentu semanis yang dikira.
  3. Jangan Mudah Percaya
    Ini adalah prinsip yang harus Anda pegang selama berbelanja secara online. Jangan sekali-kali Anda mudah percaya kepada seseorang saat berbelanja online. Meskipun ia adalah teman Anda, jangan juga langsung percaya. Bertanyalah serinci mungkin, bertanyalah sampai pertanyaan yang penipu tak akan bisa jawab. Intinya, saat berbelanja secara online, jangan mudah percaya, pertanyakanlah!
  4. Tidak Segan untuk Bertanya
    Bila Anda sedang terlibat percakapan negoisasi dengan seorang penjual online, bertanya merupakan suatu tindakan yang harus sering Anda lakukan. Jangan langsung mentah-mentah menerima masukan dari sang penjual, tanya sang penjual hingga Anda yakin bahwa penjual tersebut tak bermaksud untuk menipu Anda secara online.
  5. Pelajari Metode Pembayaran
    Pembayaran adalah hal yang sangat vital dalam jual-beli apalagi jual-beli secara online. Bila Anda sudah membayar sejumlah uang tertentu maka pengembalian uang yang Anda bayar sangatlah sulit. Itulah sebabnya agar tidak mengalami penipuan online, pelajari metode pembayaran yang disusun oleh sang penjual.
    Lebih baik bila penjual menggunakan rekening bank dengan mengatasnamakan diri sendiri. Penipu dalam dunia online pasti tak berani menggunakan rekening bank sendiri. Setelah ia memberikan rekening bank yang kelak akan Anda bayarkan, tanya apakah nama pemilik rekening tersebut adalah asli sang penjual. Bila dia katakan iya, cari informasi dirinya di google, ketikkan nama di rekeningnya, jangan langsung percaya.

    Jangan lupa juga, tanya nama aslinya terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi online.
Itulah  beberapa tips yang perlu Anda ketahui agar tidak terjebak dalam jebakan penipuan online sang penipu. Dalam bisnis apapun, penipuan pastilah tetap ada. Kewaspadaan adalah kunci untuk tidak tertipu.

Cara Melaporkan Kasus Penipuan Online ke Kantor Polisi atau Pihak Bank


     Semua orang membutuhkan uang. Namun tidak semua memilih jalan yang jujur. Transaksi penipuan secara online kerap kali terjadi. Uang ditransfer, barang tidak datang. Umumnya korban hanya pasrah, menepuk dada, dan mengikhlaskan.

     Tapi bagaimana kalau sebenarnya Anda masih bisa berkutik?

Anda masih bisa berusaha untuk memblokir rekening si pelaku. Tetapi harus cepat. Telponlah Bank si pelaku untuk membuat pengaduan. Dengan demikian Anda juga bisa mencegah pelaku memakan korban lainnya dan mungkin masih ada kesempatan uang Anda kembali.

     Apakah Anda tahu, bahwa penipuan secara online termasuk ke dalam tindakan pidana dan dapat dijerat hukum? UU yang mengatur hal tersebut tercantum di Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau dikenal dengan UU ITE. Pelanggaran hukum ini diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

     Karena aktifitas penipuan secara online adalah tindakan pidana, maka hal ini akan melibatkan kepolisian. Dalam ranah hukum akan diperlukan bukti-bukti untuk mendukung kasus. Oleh karena itu simpanlah segala macam bukti yang ada, seperti:
  1. Percakapan di BBM, segera capture atau save, agar kalau di delkon oleh pelaku percakapan tidak hilang.
  2. Percakapan di SMS.
  3. Bukti transfer.
  4. Bukti resi.
  5. dsb.

Prosedur Lapor ke Kantor Polisi

1. Lapor ke Kantor polisi
Untuk langkah yang wajib anda lakukan melaporkan para penipu kekantor polisi terdekat:
▶ Silahkan datang ke bagian SPK kantor polisi terdekat, dapat ke Polsek, Polres maupun Polda jajaran. Jangan lupa anda membawa bukti sebagai alat dasar penyelidikan contohnya anda bisa membawa bukti transfer ke rekening penipu, nanti Polisi akan membuat laporan yang berisikan identitas terlapor dan juga pelapor.
▶ Nanti anda akan diberikan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) ini adalah bukti bahwa anda telah melaporkan tindak pidana yang sedang Anda alami
▶ Kemudian anda hanya tinggal menunggu perkembangan kasus yang sedang ditangani, setelah itu anda akan mendapatkan surat pemberitahuan perkembangan Hasil Penyidik (SP2HP).
2. Lapor melalui Email
Mungkin kantor polisi terlalu jauh dari rumah anda atau kesibukan Anda yang super sibuk sehingga anda kesulitan untuk pergi kekantor polisi, anda juga bisa melaporkan penipuan online melalui Email. Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Email Resmi Kepolisian Indonesia cybercrime@polri.go.id
  2. Berikan info detail bagaimana jalannya transaksi
  3. Masukkan bukti seperti bukti pengiriman atau bukti transfer, sms ataupun email dari penipu
  4. Sertakan info semua data-data penipu, seperti Nomor Rekening, nomor Handphone yang digunakan oleh penipu.

 Prosedur Lapor ke Bank (Bank BCA)

Menurut saya bank BCA memberikan informasi yang paling detil tentang prosedurnya.
1. Apabila Anda adalah nasabah BCA dan penipu menggunakan bank lain, Anda bisa:
  1. Lapor lewat Halo BCA di 1500888, mereka akan teruskan laporan ke bank si pelaku. Tapi ini memerlukan beberapa hari kerja, atau
  2. Lapor langsung ke bank pelaku dan lakukan sesuai prosedur dari bank yang bersangkutan. (Pilihan keduanya kelihatannya lebih praktis.)
2. Apabila pelaku menggunakan Rekening BCA:
  1. Simpan segala bukti transaksi:
    1. Catat data-data penerima dana
    2. Bukti transfer
    3. Bukti percakapan
    4. Bukti resi
    5. Catat kronologisnya
  2. Buat laporan ke halo BCA. Nanti Anda akan mendapatkan ID Laporan
  3. Siapkan dokumen:
    1. Foto copy KTP.
    2. Foto copy bukti transfer.
    3. Surat pernyataan diberi materai 6000.
    4. Surat kronologis.
    5. Surat perintah blokir dari kepolisian dalam 1×24 jam.
  4. Fax semua dokumen ke 021 2556 3941/43 atau email ke halobca@bca.co.id, max ukuran attachment 1,25 MB.
    Setelah fax, bawa buku rekening + KTP Asli + Kartu ATM ke cabang BCA. Nanti pihak BCA akan melakukan investigasi dengan pihak terkait
Untuk mengetahui perkembangan investigasi silahkan telpon ke Halo BCA.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »