Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

"Bergowes", Menembus Batas

Diposting oleh On 02.24.00 with No comments

     
"Ok, siap, start!...Senior gowes memberi komando, setelah teman-teman nampak siap. Kesan pertama jelas, kayuhan menjadi tambah berat, otomatis kecepatan juga berkurang. Teman-teman menyikapinya dengan berbagai ekspresi. Ada yang serius menata kayuhan dan nafas, ada yang sibuk shifting sambil ngos-ngosan, bahkan ada yang saling mentertawakan (atau mentertawakan diri sendiri), macem-macem. Lucu juga, seru! Saya, yang termasuk dalam barisan tengah, bahkan sempat mendengar suara umpatan yang keras dari belakang, disusul gelak tawa seluruh anggota. Beberapa goweser dari kelompok lain yang melintas pun ikut tertawa.Yah, mungkin untuk menyemangati diri sendiri demi menakhlukkan tanjakan pertama. 

      Seperti biasa, teman-teman memulai gowes pagi dengan kecepatan sedang, sambil bercandaria. Udara pagi yang sejuk menambah nikmatnya bersepeda kala itu, hingga sekitar 20 menit sampai titik start kedua, yaitu pintu masuk rute tanjakan. Beberapa ada yang minum, sementara yang lainnya melakukan senam kecil dan peregangan.

      Perjalanan selanjutnya semakin seru. Beberapa anggota mulai banyak yang sudah menemukan irama nafas dan kayuhannya, namun tidak sedikit pula yang mulai sedikit terkuras fisiknya. Keringat pun bercucuran. Tidak berubah, suasana tetap penuh canda tawa, bahkan semakin seru! Petualangan yang mulai bisa ditemukan kenikmatannya ini terasa semakin melelahkan. Belum lagi sudut ascending tanjakan semakin lama semakin curam, sehingga membutuhkan tenaga ekstra dan tentu saja mental baja! 1 kilometer pertama mulus, 2 kilometer mulus, setelahnya mulai ada yang "berguguran", hahaha...



      Sampailah kita pada satu tanjakan terakhir, sebelum akhirnya melintasi jalur pulang. Bisa ditebak, jalur pulang ini full turunan. Waktu menunjukkan pukul 10.30, kami berhenti di pit stop terakhir, warung soto favorit kami, sekitar setengah kilometer meninggalkan pintu gerbang daerah pegunungan. Soto yang sangat enak bagi lidah kami, dan mampu menggantikan energi yang kita keluarkan sambil membahas kembali petualangan kami berikut kisah-kisah lucu yang menyertainya. Ditutup segarnya teh gula batu, semua kelelahan telah terbayar lunas. Kami benar-benar menikmati hidup. Sampai akhirnya kami semua pulang menuju rumah masing-masing, dengan sisa-sisa tenaga yang kami miliki.



     Meskipun awalnya mengeluhkan beratnya medan, ternyata ada dua pelajaran yang berhasil didapat dari pengalaman pertama di tanjakan. Pertama, tidak ada yang lebih penting daripada nyali. Kedua, apa yang tadinya kelihatan mustahil, akan menjadi mungkin setelah kita berhasil melewati tanjakan dengan istilah lain bila kita mau "terus mengayuh/ berusaha" pasti ada hasil! dengan perhitungan tepat, kita dapat menundukkan kesombongan diri, akhirnya alam pun menerima kita dengan tangan terbuka.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »