Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

Gadget Fenomena "Gaya Hidup dan Kebutuhan"

Diposting oleh On 19.40.00 with No comments


                  
Saat ini telah beredar banyak sekali jenis gadget di berbagai kalangan masyarakat yang menimbulkan berbagai gejala sosial baik itu positif atau negatif. Itu tergantung bagaimana kita memanfaatkan gadget, ada sebagian orang yang hanya menjadikan gadget sebagai bagian dari hidupnya atau bisa dikatakan sebagai kebutuhan ada juga yang menjadikan gadget hanya sekedar gaya hidup saja.

Pengertian Gadget

Gadget merupakan sebuah inovasi dari teknologi terbaru dengan kemampuan yang lebih baik dan fitur terbaru yang memiliki tujuan maupun fungsi lebih praktis dan juga lebih berguna. Seiring perkembangan Pengertian Gadget pun menjadi berkembang yang sering kali menganggap smartphone adalah sebuah gadget dan juga teknologi komputer ataupunlaptop bila telah diluncurkan produk baru juga dianggap sebagai gadget.
Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut sebagai “acang”. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.
Contoh-contoh dari gadget di antaranya telepon pintar (smartphone) seperti iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet).

Sejarah Gadget

Nama gadget sendiri sebenarnya berasal dari lelucon. Di abad 19, bukti Anekdot dari asal mula penggunaan istilah gadget terdapat dalam Kamus Inggris Oxford. Istilah gadget ini digunakan sebagai istilah pengganti untuk menyebutkan sebuah benda yang digunakan oleh seseorang dengan daya ingat rendah pada 1850-an.
 
Secara etimologi, kata gadget ini artinya sengketa. Menurut cerita, asal usul nama gadget juga diciptakan ketika tiga orang sedang melakukan sebuah pembangunan besar. Mereka adalah Gaget, Gauthier, dan Cie. Pembangunan besar yang mereka lakukan adalah pembangunan patung Liberty pada tahun 1886.
Versi lain kemudian banyak bermunculan. Cerita lain mengenai asal usul kata gadget datang dari peristiwa Perang Dunia I. Gadget digunakan dalam bahasa kemiliteran terutama bagi angkatan laut.
Kata gadget sering muncul dalam buku yang ditulis oleh Vivian Drake berjudul “Above the Battle” yang diterbitkan pada 1918.Dalam buku itu tertulis sebuah kutipan seperti ini “Our ennui was occasionally relieved by new gadgets. Gadget is the Flyng slang for invention! Some gadgets were good, some comic and some extraordinary”. Pada saat ini istilah gadget berkonotasi sebuah kekompakan dan mobilitas.
Sumber lain mengutip derivasi dari Perancis gâchette yang telah diterapkan pada berbagai potongan mekanisme menembak, atau gagée Perancis, alat kecil atau aksesori.
Para Oktober 1918 isu Catatan dan Pertanyaan berisi entri multi-artikel tentang “gadget” kata (12 S. iv. 187). H. Tapley-Soper dari Perpustakaan Kota, Exeter, menulis:
Sebuah diskusi muncul pada pertemuan Plymouth dari Asosiasi Devonshire pada tahun 1916 ketika ia menyarankan bahwa kata ini harus dicatat dalam daftar provincialisms lisan setempat. Beberapa anggota berbeda pendapat dari dimasukkannya dengan alasan bahwa itu adalah umum digunakan di seluruh negeri, dan seorang perwira angkatan laut yang hadir mengatakan bahwa telah bertahun-tahun menjadi ekspresi populer di layanan untuk alat atau melaksanakan, nama yang tepat dari yang tidak diketahui atau telah untuk sementara dilupakan. Saya juga sering mendengarnya diterapkan dengan menggunakan sepeda motor teman untuk koleksi perlengkapan untuk dilihat pada sepeda motor. ‘Nya pegangan-bar disiram gadget’ mengacu pada hal-hal seperti spedometer, cermin, tuas, lencana, maskot, & c, yang melekat pada kemudi. Menangani. ‘menyulap’ atau pendek sisanya digunakan dalam biliar juga sering disebut ‘gadget’, dan nama telah diterapkan oleh platelayers lokal ke ‘mengukur’ digunakan untuk menguji akurasi dari pekerjaan mereka. Bahkan, meminjam dari masa kini Tentara gaul, ‘gadget’ diaplikasikan untuk ‘hal lama. “
Hingga 1956 istilah gadget terus diperbincangkan. Sebuah esai berjudul “The Great Gizmo” yang ditulis oleh seorang kritikus arsitektur bernama Reyner Banham, mendefinisikan istilah gadget sebagai benda dengan karakteristik unik memiliki sebuah unit dengan kinerja yang ting dan berhubungan dengan ukuran serta biaya.
Fungsi gadget adalah untuk mengubah sesuatu menjadi hal yang dibutuhkan oleh manusia. Masih menurut esai tersebut, gadget hanya bisa digunakan dengan kemampuan instalansi dan penggunaan yang handal.

 

Gadget sebagai Gaya Hidup

Sebenarnya di beberapa kalangan, Gadget hanya difungsikan sebagai gaya hidup karena pemiliknya sendiri tidak tahu pemanfaatan fitur yang terdapat di gadget yang mereka gunakan. Contohnya, seperti seorang ABG yang ingin dibelikan gadget baru, supaya terlihat keren dan ingin mendapatkan perhatian lebih dari teman-temannya.
Dari contoh di atas memperlihatkan bahwa ABG tersebut memang hanya menjadikan gadget sebagai gaya hidup saja, tidak menjadikan gadget sebagai kebutuhan juga.
Jaman sekarang banyak orang terutama di kalangan remaja yang hanya menjadikan gadget sebagai gaya hidup saja. Hal ini sangat disayangkan, karena jika menggunakan gadget hanya didasarkan pada gaya hidup saja, kemungkinan besar penggunaan gadget akan lebih mengarah ke hal yang tidak terlalu penting seperti gadget yang hanya digunakan untuk bermain Game, Facebook-an, Twitter-an, dan bahkan bisa disalah fungsikan ke arah negatif seperti untuk mengakses situs-situs porno. Sehingga hal itu bisa merusak pola berfikir dan kepribadian remaja.
Dari hal ini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi, mendampingi, dan mengarahkan anak-anak mereka untuk menggunakan gadget yang sebagaimana mestinya, agar mampu dimanfaatkan secara optimal dan tidak cuma sekedar gaya hidup saja.

 

Gadget sebagai Kebutuhan

Menjadikan gadget sebagai kebutuhan memang setiap orang memiliki anggapan yang berbeda, namun gadget dapat dijadikan kebutuhan bisa dilihat dari profesi dan jenis pekerjaan seseorang.
Contohnya:

Wartawan
Menjadi seorang wartawan tentunya memerlukan akses informasi yang begitu cepat dan ter-update, jadi tentunya gadget menjadi kebutuhan wajib.

Profesi di Bidang IT (Programmer , Blogger, Marketing Online, dll)
Menjadi pekerja yang bergerak di bidang IT tentunya sangat membutuhkan gadget, karena gadget sendiri adalah bagian dari profesi mereka. Hal ini digunakan untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan mereka.
Pebisnis (Pengusaha)
Menjadi seorang pengusaha di jaman sekarang, gadget memang menjadi kebutuhan wajib, karena dengan memanfaatkan fitur dan fasilitas yang ada di dalam gadget mampu mempermudah seorang pengusaha untuk menjalankan usahanya.

Lain-lain
Lain-lain ini maksudnya adalah profesi lainnya apapun itu selama gadget mampu mendukung pekerjaan dan aktifitas tentu gadget menjadi barang kebutuhan.
Contohnya profesi seorang petani, banyak orang berfikir bahwa menjadi petani tentunya tidak membutuhkan gadget untuk mendukung pekerjaannya. Namun jika petani itu cerdas tentunya mampu memanfaatkan gadget untuk mempromosikan hasil pertaniannya melalui internet atau melihat harga jual hasil pertanian di berbagai tempat. Tidak cuma itu saja sebenarnya jika kita mampu memanfaatkan gadget dengan cerdas, akan mampu membuat sebuah peluang usaha yang begitu baik.
Dari penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa gadget bisa menjadi kebutuhan atau gaya hidup tergantung seberapa bijak kita memanfaatkan fitur dan fasilitas yang ada didalamnya.
Untuk itu saya akan memberikan beberapa tips tentang pemanfaatan gadget secara bijak agar gadget tidak cuma dijadikan gaya hidup saja, melainkan bisa menjadi kebutuhan juga. Berikut ini adalah beberapa tips pemanfaatan gadget secara bijak:
  • Disaat berkumpul dengan keluarga, makan bersama, simpan gadget di tempat yang tidak mudah terjangkau. Hal ini dimaksudkan agar kita mampu berinteraksi dengan keluarga dengan baik tanpa ada gangguan.
  • Jika sedang bertemu dengan teman atau ada pertemuan jangan sampai terlalu sibuk dengan gadget karena itu akan membuat orang yang ada disekitar kita merasa terabaikan.
  • Ketika berada di keramaian jangan sibuk dengan gadget, karena itu akan memungkinkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Apapun gadget itu memang sangat membantu komunikasi, informasi, interaksi dan lainnya. Namun kita harus bijak menggunakannya, agar mampu menggunakan gadget ke jalan yang benar.

Dari berbagai sumber
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »