Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

DIRGAHAYU HUT KOTA YOGYAKARTA KE 259

Diposting oleh On 23.31.00 with No comments


 



Mengenal sejarah Kota Yogyakarta
Sejarah Kota Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Latar berdirinya kota ini dimulai dari Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. Perjanjian itu melibatkan VOC, pihak Mataram, dan kelompok Pangeran Mangkubumi.
Mereka bersepakat membagi wilayah Mataram menjadi dua, setengah menjadi jatah Kerajaan Surakarta, sebagian lagi menjadi hak Pangeran Mangkubumi.
Setelah perjanjian itu, Pangeran Mangkubumi (selanjutnya bergelar Sultan Hamengku Buwono I), memberi nama wilayah kekuasaannya sebagai Ngayogyakarta Hadiningrat, dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta). Ketetapan ini diumumkan pada tanggal 13 Maret 1755.
Setelah penetapan itu, Sultan Hamengku Buwono I memerintahkan rakyat membabat hutan untuk mendidirikan Keraton. Sebelumnya, Sultan Hamengku Buwono I menempati pasanggrahan Ambarketawang di daerah Gamping. Pembangunan keraton itu memakan waktu lebih-kurang setahun.
Pada 7 Oktober 1756, Sultan Hamengku Buwono I resmi pindah dari pasanggrahan ke keraton. Tanggal kepindahan dan peresmian itu yang selanjutnya diperingati sebagai hari kelahiran Kota Yogyakarta.
Adapun secara administratif di bawah pemerintahan Republik Indonesia pembentukan Kota Yogyakarta diatur dalam UU No.17/1947. Saat itu dibentuklah perangkat Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Kota, dan Wali kota.
Nama resminya saat itu, "Haminte-Kota Yogyakarta". Haminte, merupakan istilah untuk pemerintahan kotapraja pada masa pendudukan Belanda.

Berkaitan dengan Perayaan HUT Yogyakarta ke 259
Hari ini, Rabu 7 Oktober 2015, kota Yogyakarta merayakan ulang tahunnya yang ke 259 tahun. Sejarah resmi mencatat kelahiran kota Yogyakarta ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Gianti antara Pangeran Mangkubumi dan Sunan Pakubuwono II pada 7 Oktober 1756. Perjanjian ini menjadi tonggak berdirinya Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta serta berakhirnya Kerajaan Mataram Islam.
Sejak saat itu, Yogyakarta memainkan peran penting dalam sejarah di tanah Jawa dan nusantara. Tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno – Hatta, Sultan Hamengkubuwono IX yang berkuasa di Yogyakarta saat itu menyatakan dukungan terhadap Republik Indonesia dan menyebut Kesultanan Yogyakarta sebagai bagian dari Republik Indonesia.
Kota Yogyakarta juga sempat menjadi ibukota Republik Indonesia selama periode 1946 hingga 1948, saat Belanda melancarkan agresi militer. Dikarenakan kontribusinya sejak awal kemerdekaan tersebut, Yogyakarta dianugerahi status Daerah istimewa oleh pemerintah Republik Indonesia.
Perayaan HUT Yogyakarta kali ini mengangkat tema “Pesta Rakyat Jogja”. Berbagai acara digelar Pemerintah Kota Yogyakarta, berlangsung sejak 1 – 31 Oktober 2015. Rangkaian acara tersebut antara lain pemasangan penjor lampion di sepanjang jalan dan kawasan pemukiman. Sementara acara yang diler antara lain grebeg pasar pada 4 Oktober 2015, grebeg mal pada 5 Oktober 2015, kenduri budaya pada 6 Oktober 2015, dan puncaknya pada tanggal 7 Oktober 2015 akan dilaksanakan Pawai Budaya Jogja Istimewa.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »