Sebuah Berita Inspiratif dan Info Terkini dari Jogja

"Good Shit", Narkoba Jenis Baru dari Bandung

Diposting oleh On 20.11.00 with No comments


Jajaran penyidik direktorat reserse narkoba Polda DIY, menemukan kasus narkotika jenis baru berlabel "Good Shit". Kasus tersebut terungkap saat pihaknya melakukan penangkapan atas empat orang pengguna yang salah satunya di bawah umur. "Narkotika berbahan dedaunan kering sejenis daun ganja ini kami temukan saat melakukan penggrebekan di sebuah rumah di Kabupaten Bantul yang digunakan untuk pesta narkoba," kata Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Kombes Andi Fairan, di Sleman, Senin (7/9/2015). Dari penyelidikan awal, keempat pengguna tersebut diamankan pada 24 Agustus di rumah kosan daerah Krapyak dan diduga mengonsumsi narkotika jenis ganja. Akan tetapi saat dilakukan tes urine keempatnya dinyatakan negatif. Penyelidikan kepolisian berlanjut dengan mengirimkan narkotika jenis baru tersebut ke Laboratorium Forensik Mabes Polri Semarang. Dari hasil laboratorium, tanaman herbal mengandung zat Baicaline, yang apabila dikonsumsi akan mendapatkan efek seperti menggunakan ganja. "Keempatnya tidak kami tahan karena jenis baru ini tidak termasuk dalam tabel narkotika atau psikotropika yang tertuang dalam UU no 35 tahun 2009," ujarnya. Dari pengakuan pengguna, kata dia, jenis tanaman herbal yang mereka konsumsi bernama Good Shit dan didapat dengan memesan dari pengedar asal Bandung. Saat ini pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan kementrian kesehatan agar jenis narkoba dengan zat Baicaline dapat dimasukkan dalam tabel di Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan psikotropika. Andi mengatakan, kandungan "Baicaline" ini jauh berbeda dengan daun ganja, namun efeknya hampir sama dengan ganja. "Dari hasil pemeriksaan terhadap lima pelaku, diperoleh pengakuan bahwa barang tersebut dibeli secara `online` (daring) seharga Rp200 ribu," ucapnya. Kepolisian juga meminta kepada masyarakat untuk waspada akan peredaran barang bernama "Good Shit" ini yang sudah masuk ke Indonesia."Barang ini diketahui berasal dari Amerika Serikat, di sana merupakan tanaman herbal yang sedang ramai digunakan, dan di Amerika juga termasuk barang ilegal," tuturnya. (Wilujeng Kharisma/A-88)*** Sumber : Pikiran Rakyat Online
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »